Selasa, 01 November 2016

Contoh Smart City di Kota Bandung, Surabaya, dan Denpasar

    Di era zaman sekarang yang serba digital dan modern, beberapa kota di  berbagai negara, sedang membangun sistem yang dimana agar penduduk kota mudah mengaksesnya, yang biasa di sebut Smart City. Berikut ini contoh penerapan sistem di beberapa kota di Indonesia yang menerapkan Smart City:

1. BANDUNG
   
   Salah satu contoh dari program Bandung Open Data ini adalah aplikasi Sistem Informasi Taman Kota Bandung. Aplikasi ini akan memberikan informasi seputar taman yang berada di kawasan kota Bandung. Selain itu, Sistem Informasi Taman Kota Bandung ini berbasis website dengan menggunakan data terbuka dari kota Bandung.
Selain itu, kota Bandung memiliki rencana untuk mengembangkan program “Cashless Society” dimana nantinya warga Bandung dapat menggunakan perangkat non tunai seperti Smart Card untuk membayar transportasi umum atau berbelanja di pasar sehingga diharapkan transaksi pembayaran untuk masyarakat menjadi lebih efisien.

2. SURABAYA
 
    Pengembangan smart city di Kota Surabaya berjalan sejak 2002. Penerapannya dilakukan melalui implementasi e-budgeting. Ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, penghematan biaya, dan memudahkan proses pengawasan langsung.
    Smart environment coba dirintis melalui pembangunan infrastruktur hijau, ruang terbuka hijau, pembangkit listrik bertenaga surya Benowo, dan panel surya di beberapa taman umum. Sementara smart government diimplementasikan dengan sistem pengelolaan keuangan daerah secara digital.
   Selain itu, Pemkot Surabaya juga membekali wilayahnya dengan CCTV di 635 titik jalan. Ada pula smart mobility bentuknya seperti intelligent transportation system. Sementara smart people dilakukan tryout online, broadband learning center, dan hari bebas kendaraan bermotor setiap akhir pekan.
   Seperti halnya Surabaya, Banyuwangipun menerapkan enam dimensi kota cerdas. Dalam hal smart economy dilakukan city branding destinasi wisata bertajuk Matahari Terbitnya Jawa. Selain ini juga dikembangkan tempat-tempat wisata baru disertai adanya rangkaian aneka festival.
 
3. Denpasar 

   Seperti halnya Surabaya, Banyuwangipun menerapkan enam dimensi kota cerdas. Dalam hal smart economy dilakukan city branding destinasi wisata bertajuk Matahari Terbitnya Jawa. Selain ini juga dikembangkan tempat-tempat wisata baru disertai adanya rangkaian aneka festival.
 
Sumber:

Senin, 19 September 2016

Green Computing....

Pada saat ini, kemajuan informasi dan teknologi berkembang sangat pesat di berbagai belahan dunia. Hampir semua kegiatan manusia banyak menggunakan teknologi informasi. Teknologi informasi ini pun menjadi sangat dibutuhkan karena memberikan kemudahan yang ditawarkan untuk membantu kegiatan manusia. Namun, tidak lepas dari semua itu, ternyata teknologi informasi yang kita gunakan bisa merusak lingkungan. Sebagai pelaku IT kita bias lebih peduli pada kondisi dunia dengan cara IT , maka munculah fenomena baru dalam dunia komputasi , yaitu Green computing.
Sejak tahun 1992 istilah Green Computing sudah sangat familiar di dunia IT. Green computing merupakan perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien, dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras, meminimalkan penggunaan kertas, dan beberapa hal teknis yang lain seperti pelaksanaan hemat energi unit pemrosesan sentral (CPU), server dan peripheral serta konsumsi sumber daya berkurang dan pembuangan limbah elektronik (e-waste).
Sejarah Singkat Green Computing
Salah satu manifestasi pertama dari gerakan Green Computing adalah peluncuran kembali ENERGY STAR Program pada tahun 1992. Energy Star menjabat sebagai semacam label sukarela diberikan kepada produk komputasi yang berhasil meminimalkan penggunaan energi sekaligus memaksimalkan efisiensi. Energy Star diterapkan untuk produk seperti monitor komputer, televisi dan perangkat kontrol suhu seperti kulkas, AC, dan barang serupa.

SARAN-SARAN GREEN COMPUTING
Agar dapat mengurangi dampak komputer pada lingkungan, para pengguna dapat mengubah kebiasaanya. Inilah beberapa saran Green Computing dari segi aspek technical sampai strategis, yang dapat Anda lakukan untuk membuat komputer Anda ramah lingkungan.
1.      Green Computing on nature
·         Gunakan komputer yang memenuhi persyaratan ENERGY STAR
·         Jangan meninggalkan komputer dalam keadaan menyala sepanjang malam
·         Matikan monitor, printer, dan perangkat lainnya ketika tidak digunakan
·         Gunakan metode tanpa kertas untuk berkomunikasi
·         Daur ulang kertas
·         Daur ulang cartridge tinta
·         Daur ulang komputer dan printer yang sudah tua
·         Lakukan telecommuting (jangan buang-buang bahar bakar)
2.   Green Computing on PC
·         Laptop hanya memerlukan 10% energi yang digunakan Desktop. Flat screen hanya menggunakan 30% energi yang digunakan oleh Monitor CRT.
·         Coba upgrade RAM, sebelum memutuskan ganti komputer. Komputer lambat bisa karena kotornya registry atau ada background services yang berjalan padahal sebenarnya tidak kita perlukan. Cek dan matikan services yang sedang berjalan padahal tidak perlu itu. Misalnya untuk Windows jalankan Start > Run > type “msconfig”.
·         Menggunakan PC dan printer dengan merk dan jenis sama memudahkan kanibalisme dan proses recycle.
·         Matikan komputer ketika tidak digunakan (malam hari). Mematikan komputer akan mengurangi umur komputer adalah mitos yang salah.
·         Screen saver is not energy saver. Pilih matikan monitor daripada menggunakan screen saver.
·         Pilih virtualisasi daripada pembelian hardware baru (hemat 70% energi).
·         Pilih peripheral berlogo energy star.
·         Catat bahwa mode power menentukan prosentase hemat energi (Sleep mode – hemat 70% energi, Standby mode – hemat 90% energi, Hibernate mode – hemat 98% energi).
·         Jangan cepat membuang PC, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunakan.
3.   Green Computing on Laptop
·         Gunakan power saving setting
·         Kurangi penggunaan backlight
·         Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa penggunaan
·         Matikan bluetooth dan wifi ketika tidak digunakan
·         Lepas kartu MMC, SD, USB Flash apabila tidak digunakan
·         Kecilkan volume suara dan kontras layar
·         Minimalisir penggunaan IrDA (infrared) atau serial communication, karena boros energi
·         Upgrade RAM sebelum ganti laptop
·         Jangan cepat membuang Laptop, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunakan


 Contoh upaya penerapan Green Computing dari diri sendiri:

1.  Tidak harus selalu membeli komputer baru, gunakan: komputer sewaan, bekas/refurbished, atau
     komputer lama yang masih dapat di-upgrade.
2.  Selalu mencari solusi software terlebih dahulu.
3.  Teliti dalam membeli perangkat, pastikan lulus uji hemat energi dan lingkungan.
4.  Gunakan layar monitor sesuai dengan kebutuhan.
5.  Gunakan monitor LCD daripada CRT, karena lebih hemat energi.
6.  Hindari mencetak e-mail atau dokumen elektronik.
8.  Cetak dokumen yang tidak terlalu penting bolak-balik.
9.  Gunakan kertas daur ulang untuk mencetak.
10. Perkecil ukuran font dan spasi.
11. Gunakan printer inkjet daripada laser jet.
12. Matikan komputer/alat-alat lain yang tidak bekerja pada malam hari maupun akhir minggu.
14. Optimalisasi penggunaan komputer, minimalkan penggunaan komputer untuk hal-hal yang tidak