1. BANDUNG
Salah satu contoh dari program Bandung Open Data ini adalah aplikasi Sistem Informasi Taman Kota Bandung. Aplikasi ini akan memberikan informasi seputar taman yang berada di kawasan kota Bandung. Selain itu, Sistem Informasi Taman Kota Bandung ini berbasis website dengan menggunakan data terbuka dari kota Bandung.
Selain itu, kota Bandung memiliki rencana untuk mengembangkan program “Cashless Society” dimana nantinya warga Bandung dapat menggunakan perangkat non tunai seperti Smart Card untuk membayar transportasi umum atau berbelanja di pasar sehingga diharapkan transaksi pembayaran untuk masyarakat menjadi lebih efisien.
2. SURABAYA
Pengembangan smart city di Kota Surabaya berjalan sejak 2002. Penerapannya dilakukan melalui implementasi e-budgeting. Ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, penghematan biaya, dan memudahkan proses pengawasan langsung.
Smart environment coba dirintis melalui pembangunan infrastruktur hijau, ruang terbuka hijau, pembangkit listrik bertenaga surya Benowo, dan panel surya di beberapa taman umum. Sementara smart government diimplementasikan dengan sistem pengelolaan keuangan daerah secara digital.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga membekali wilayahnya dengan CCTV di 635 titik jalan. Ada pula smart mobility bentuknya seperti intelligent transportation system. Sementara smart people dilakukan tryout online, broadband learning center, dan hari bebas kendaraan bermotor setiap akhir pekan.
Seperti halnya Surabaya, Banyuwangipun menerapkan enam dimensi kota cerdas. Dalam hal smart economy dilakukan city branding destinasi wisata bertajuk Matahari Terbitnya Jawa. Selain ini juga dikembangkan tempat-tempat wisata baru disertai adanya rangkaian aneka festival.
3. Denpasar
Seperti halnya Surabaya, Banyuwangipun menerapkan enam dimensi kota cerdas. Dalam hal smart economy dilakukan city branding destinasi wisata bertajuk Matahari Terbitnya Jawa. Selain ini juga dikembangkan tempat-tempat wisata baru disertai adanya rangkaian aneka festival.
Sumber: